Esposure Paroki Trinitas, Cengkareng







Kamis kemarin tgl 28 keanya kita anak WB mulai angkut barang ke Paroki Trinitas Cengkareng,, intinya hari itu melupakan ulangan fisika yang ada 33 tiket soal ulangan,, parah.. Jumat kita semua gladi bersih.. yaa capek juga nih bibir niup flute trus.. apalagi pas panis angelicus.. 5x ganti solis ya 5x mainin lagu yang sama..
Akhirnya hari sabtu,exposure kita mulai... misa pertama yang sangat tidak menarik,, hingga membuat pak Didiek SSS sedikit kesal... Setelah misa pertama ini langsung saja dibagikan rumah live-in,, saya kedapatan bertempat tinggal di Citra 2, rumah Pak Chandra Leo.. Oiya, hari ini orang tua saya datang ke Cengkareng,, ckck padahal sudah diumpet"in biar ga tau.. eh tetep aja tau ada expo disini,, oke gpp..Sampai di rumah live in saya harus dapat berkomunikasi dengan sang anak pertama yang kata orang tuanya dia adalah anak yang jutek,, yah 2x gagal lulus kuliah,, oke.. gue keluarkan ke "gajelasan" gue biar bisa deket dan ngobrol banyak sama dia.. alhasil yah bisa juga ngobrol sampe sekitar jam 12 an... walaupun capek berat... Minggu pagi saya dibangunin!!! Ga biasanya... sama orang tua live in pula... untung ga ileran... Setelah sarapan dan berdoa bersama kamipun langsung bergegas menuju Paroki Trinitas, jam menunjukan pukul 5.10. Misa minggu yang pertama ini saya bermain flute dengan kurang baik, sudah ngantuk, kekenyangan, yah nada tinggi ga nyampe deh.. Lalu misa kedua ini ternyata Om Iyas dan Tante Agnes dateeng,, wetss.. ternyata rumahnya di citra 6... ternyata saya cuma tau rumahnya saja, ga tau daerahnya ternyata disitu..Ahahaa.. Dimisa" minggu ini ternyata umat" sangat berantusias atas kedatangan keluarga besar Seminari Menengah Wacana Bhakti ini, terutama misa terakhirnya... Beuh mas Didiek Keren abis,, parah tuh trio musisi ind. Mudikanya kompak abis,tapi kaku bgt keanya,, anak WB asik sendiri deh pas temu putra altar sama putri legio... ckck.. Yaudahlah segini dulu aja.. Expo yang menantang..^^

Survey Gn.Burangrang







Sabtu,16 Januari 2010 selain edu merayakan ultahnya dan saya tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun saya juga pergi meninggalkan gonzaga saat dispen jam ke 5,6 untuk mendaki, lebih tepatnya survey untuk pendakian Gn.Burangrang saat nanti AMASON membawa komunitas Seminari untuk rekreasi ke Gunung. Secara pribadi ini adalah gunung ke 6 yang baru saya daki. Perjalanan awal dari Seminari menuju kampung rambutan. Saat sampai di terminal, saya dan ketiga teman AMASON(Gery, Endar, Hasan[AMS #21]) langsung ditarik oleh calo terminal. Setelah masuk kedalam Bus yang menuju padalarang, kamipun melanjutkan perjalanan kami ke Cimahi dengan menggunakan angkutan umum dan melanjutkan dengan angkutan umum ke Komando(awal masuk perkebunan teh). Setelah mengisi perut dengan makan seadanya kamipun melanjutkan perjalanan ke Pos Angin(Pos untuk para penjaga hutan dan Situ Lembang[Danau]). Setelah sedikit pengarahan dari penjaga pos dan membayar uang iuran kami langsung berangkat menuju puncak dengan keadaan alam yang kurang baik. Hujan yang tidak berhenti turun tetap memaksa kami berempat untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ponco menuju tujuan kami, puncak Gn.Burangrang. Setelah melewati lahan hutan pinus yang sangat sungguh menarik kamipun mulai memasuki daerah hutan yang saya rasa mungkin hutan yang masih sedikit penjamahnya seperti Gn.Cikuray,Garut. Jam pendakian dari masuk huta adalah 17.30, Cuaca mulai gelap dan kami sudah menyiapkan senter untuk mempersiapkan track malam, karena kami harus menghemat waktu. Setelah pendakian berjalan sekitar 2jam melewati hutan gelap serta berkabut(cuaca yang kurang bagus) kami secara perlahan memastikan langkah kami untuk terus menapakan kaki kami di jalur air. Jalur air ini seringkali turun dengan air yang sangat deras. Dengan posisi lutut selalu bertemu dengan dada(seperti tanjakan setan pada Gn.Gede-Panggrango) kami melewati jalur tanjakan curam sekitar 200-350 meter. Lalu perlahan dibeberapa tempat ditemui jalur landai. Setelah hujan sangat deras dan suasana gelap berkabut menyelimuti kami, kami dengan cepat langsung memasang tenda doom unttuk berkemah, posisi puncak dengan tenda kami sudah lumayan dekat, Jam menunjukan pukul 20.00. Setelah menghangatkan badan didalam tenda sambil memasak, kami menyiapkan rencana pendakian untuk esok hari. Didalam tenda kami juga merencanakan visi misi Endar dalam pemilihan ketua senat Kolese Gonzaga. Dan perlu diketahui Hasan adalah bidel umum baru untuk seminari wacana Bhakti. Disini saya dapat melihat kualitas pecinta alam kami.

Minggu, 17 Januari 2010. Saya membangunkan teman-teman saya untuk melanjutkan pendakian pada jam 4.00. Dengan berbekal makanan ringan, Bendera SWB dan AMASON, serta kamera dan senter kami melanjutkan perjalanan kami menuju puncak Gn. Burangrang. Jalan terjal naik dan beberapa yang landai semakin menguatkan pijakan kaki kami untuk melanjutkan perjalanan. Setelah satu jam berjalan dalam kabut, angin dan kegelapan kami akhirnya berhenti di titik puncak karena sudah tidak ada jalan naik kembali. Suasana gelap dan angin lembah yang bergulung-gulung ke puncak dan menghempaskan banyak pohon semakin membuat badan kami berempat semakin menggigil dan kami berempat berpelukan untuk menghangatkan suasana. Setelah menunggu sun rise selama satu jam, cuaca belum kembali membaik, malah saya seringkali khawatir bila terjadi angin topan dan menyebabkan pohon tumbang. baru saya sadari bahwa jam sudah menunjukan pukul 6.00 dan cuaca berkabut menghalangi sinar matahari yang masuk, akhirnya kami putuskan untuk mengambil gambar tanpa latar belakan matahari. Oke, tanpa hati kecewa kami mulai memotret pendakian kami sebagai hasil dokumentasi untuk presentasi nanti. Setelah kembali ketempat tenda dan makan perbekalan yang ada, kamipun mempacking tas carier kami untuk turun dari Gunung ini. Sewaktu kami turun dan cuaca mulai membaik, kami ditengah perjalanan menemukan berbagai panorama yang indah(sekali), kami melihat belahan kiri dipenuhi perbukitan hutan pinus dan belahan kanan dengan berbagai belahan kota bandung. Ditengah-tengah hutan pinus juga terdapat Danau Situ lembang yang sangat indah. Keindahan alam inilah yang memancing dan memacu diri saya untuk semakin menghargai ciptaan Tuhan melalui AMASON ini. Setelah memandang alam beberapa kali ini kami melanjutkan perjalanan pulang kami. Setelah sampai hutan pinus, kami mengambil moment ini untuk diabadikan terlebih dahulu sebelum kami pulang dengan mengikuti alur perkebunan teh dan menumpang mobil bak hingga pangkalan ojek di Komando dan kami naik ojek hingga Padalarang dan kembali ke KP. Rambutan untuk kembali ke Seminari. Perjalanan yang menurut saya sangat amat berharga setiap kali saya mendaki gunung, disana saya akan dapat melihat pribadi diri saya, kebaikan dan keburukan diri yang nantinya harus dapat saya refleksikan dan memperbaikinya. Saya cinta Alam, Alam ciptaan Tuhan. Saya cinta Alam dan Tuhan.

ttd,
AMASON #21

Semoga cepat sembuh


Saat saya dan angkatan saya memlilah sampah, tiba-tiba papa yang juga merupakan anggota paguyuban memanggil saya hari ini. Tapi hari ini saya melihat kejanggalan dimana saya tidak melihat mama saya, padahal mereka pasti kalau ada rapat paguyuban selalu datang berdua. Dan ternyata hari ini baru saya ketahui bahwa mama saya tengah dirawat di RS karena DB, padahal sebelum saya meninggalkan rumah, mama sudah di cek dan hasilnya baik-baik saja, jadi saya meninggalkan rumah tanpa khawatir. Ternyata kali ini tanpa saya ketahui sama sekali ternyata 1 minggu sudah ia dirawat. Mm.. ya saya memang sebagai seorang anak ingin bertemu, setidaknya menjenguk, tapi memang saya disini memang tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa. Jadi valen-Albert-Edu selalu berdoa,pasti.

Wejangan Mas Didiek Hari ini


Hari Rabu 6 Januari ini saya bertemu kembali dengan tutor flute saya, DIdiek SSS. Mulai dari saya masuk ke ruang tutorial damemulai memasang bagian-bagian flute sampai saya melepasnya kembali, saya hanya meniup beberapa kali saja. Karena hari ini kami(Saya, Acil, Sandra dan Galih) hanya diberikan wejangan oleh Mas Didiek SSS(Tau gini mending ga usah rakit flutenya).Hari ini diaberkotbah tentang banyak hal yaitu kami ini adalah orang yang beruntung dikarenakan biasanya banyak orang yang sanggup bayar berapapun bahkan sampai menyembah dibawah kakinya hanya untuk belajar dan itu semua ia tolak karena untuk mengajarkan kami. Ia juga sempat mensharingkan teman drumernya yang pernah membuatnya kecewa. Ia sempat juga bernyanyi gugur bunga, salah satu lagu wajib Negara dengan nada minor yang kami tidak tahu, diapun ngedumel sendiri -_-. Dari ngomongin music sampai ke Iman. Banyak kata-kata mutiara yang ia keluarkan hari ini(jarang-jarang). Kita sih manggut-manggut aja, sok patuh dengan wejangan sang maestro,ckck. Sampai jam pelajaran selesaipun saya masih sempat untuk diajak mengobrol. Oiya terakhir saya dieri pesan untuk menonton konser pak Didiek hari ini jam 21.00 sampai 23.00 (Ada janji yang harus diinget mas). Setelah malam hari, tepatnya jam temple, saya langsung mengambil sepatu bola dan langsung bermain futsal. Tidak lama saya lanjutkan dengan main basket, alhasil sekarang hidung saya keseleo(bisa ya??), karena terpukul teman saat main basket untuk mempersiapkan pertandingan persaudaraan besok melawan Kolese Gonzaga. Setelah kesakitan di tengah lapangan sayapun memutuskan untuk menonton Mas Didiek SSS saja. Oiya, terakhir saya ndak suka jadi sampingan ya ^^.